Logo
Selamat datang di website
Yayasan Anyo Indonesia (YAI)
peduli kanker anak di Indonesia
Other Information Header InformationOther Information Header Information
Hari Kanker Anak Internasional diperingati setiap 15 Pebruari......Kanker tidak menular. Kanker pada anak tidak dapat dicegah, oleh karenanya waspada dan kenali sejak dini. Kasus tertinggi di Indonesia yaitu kanker darah/leukemia. kanker mata/retinoblastoma. YAI bersedia diundang untuk edukasi kanker pada anak. Hubungi 021 5346529

Penting, kenali tanda-tanda kanker pada anak

Penting, Kenali Tanda-tanda Kanker pada Anak

Penulis : Unoviana Kartika | Sabtu, 15 Juni 2013 | 11:49 WIB

KOMPAS.com - Tak seperti kanker pada orang dewasa yang umumnya terjadi karena gaya hidup tidak sehat, kanker pada anak belum diketahui penyebab pastinya. Hal ini menjadikan kanker pada anak tak dapat dicegah.
Dokter spesialis anak bagian onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Edi Setiawan Tehuteru mengatakan, meski kanker pada anak tidak dapat dicegah, mewaspadai tanda-tanda kanker sejak dini dapat mengurangi risiko kanker yang ditemukan dalam stadium lanjut.

"Jika ditemukan adanya tanda-tanda maka segera diperiksakan. Bila ternyata bukan kanker maka kita patut bersyukur, namun saat itu kanker pun kita juga patut bersyukur karena ditemukan sejak dini sehingga kemungkinan sembuhnya tinggi," paparnya dalam peluncuran Aksi 1000 dan Buku "Waspadai & Kenali Kanker pada Anak Sejak Dini" di Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Aksi 1.000 merupakan aksi donasi untuk membantu anak-anak pasien kanker melalui Yayasan Anyo Indonesia (YAI). Sedangkan buku "Waspadai & Kenali Kanker pada Anak Sejak Dini" merupakan pelengkap dari program edukasi kanker pada anak yang dilakukan oleh YAI.

Kanker pada anak terjadi sebanyak dua hingga tiga persen dari total kasus kanker di Indonesia. Edi mengatakan, jumlah tersebut masih belum mencakup kasus-kasus yang belum diketahui, sehingga kemungkinan jumlahnya masih lebih banyak lagi. Diperkirakan tahun ini ada sekitar 4100 kasus baru kanker anak.

Kasus kanker anak yang paling banyak terjadi adalah kanker darah (leukimia), dan kanker bola mata (retinoblastoma). Selain itu ada pula kanker tulang, kanker kelenjar getah bening, kanker hati, ginjal, indung telur, otak, dan lain-lain.

Edi memaparkan, secara garis besar kanker anak terbagi menjadi dua yaitu cair dan padat. Bentuk cair di dalam tubuh manusia adalah darah. Jadi kanker yang masuk dalam kelompok cair yaitu kanker darah. Sedangkan bentuk padat, biasanya terlihat seperti benjolan yang dapat dijumpai pada semua organ manusia seperti otak, mata, hati, ginjal, dan organ-organ lainnya.

Belum dapat dideteksi dini

Sebagian dari kanker pada orang dewasa bisa dideteksi dini dengan metode-metode tertentu dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Misalnya kanker leher rahim atau serviks dengan metode papsmear, dan kanker payudara dengan metode sadari. Namun kanker pada anak masih belum dapat dideteksi dini.

Kalaupun ada, baru satu jenis kanker yang dapat dideteksi dini yaitu kanker bola mata. Deteksi dini untuk kanker bola mata dinamakan "Lihat Merah". Pemeriksaannya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah dilatih sebelumnya menggunakan alat yang disebut dengan ophthalmoscope.

"Sementara ini belum ada teknik pemeriksaan untuk deteksi dini kanker jenis lain. Namun selama belum ditemukan, orangtua jangan hanya berdiam diri, tetaplah waspada terhadap gejala-gejala kanker pada anak," tandas Edi.

Gejala kanker darah umumnya pucat, demam, dan darah sulit membeku. Sedangkan gejala kanker kelompok padat umumnya terjadi benjolan di bagian-bagian tumbuhnya kanker.

Sebagaimana sudah diketahui, jika kanker ditemukan pada stadium awal, maka kemungkinan untuk sembuh lebih besar dibanding jika baru ditemukan pada stadium lanjut.

Editor :
Asep Candra